BABAD.ID – Pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang memdapat fasilitas pemeriksaan kandungan ibu hamil menggunakan USG secara gratis.
Para peserta BPJS Kesehatan yang hamil, mendapat jatah layanan ini sebanyak empat kali USG di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang sudah ditentukan.
Kepala Bagian Mutu Pelayanan Fasilitas Kesehatan dan Kerja Sama, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Perwakilan Pati, Ika Wulan Ndari menyampaikan, program tersebut sudah dimulai pada Maret lalu.
Baca Juga: RS Bhayangkara Blora Menambah Akses Kesehatan Masyarakat
Selanjutnya, syarat memperoleh layanan tersebut cukup mudah. Selain telah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, ibu hamil yang ingin memeriksakan kandungannya hanya perlu membawa buku kesehatan ibu dan anak (KIA).
“Syarat ini memang bukan datang dari BPJS Kesehatan, biasanya justru syarat dari dokternya sendiri. Sebab, perkembangan bayi agar tercatat dengan baik,” kata Wulan, saat dihubungi, Selasa (23/5/2023).
Wulan menjelaskan, pemeriksaan secara USG dapat dilakukan empat kali, yakni satu kali pemeriksaan pada trimester pertama kehamilan, satu kali pemeriksaan di trimester ke II, dan dua kali di trimester III kehamilan.
Baca Juga: PPNI dan PDGI Menilai RUU Kesehatan Melemahkan Kepastian Hukum
Walau ada pelayanan USG secara gratis, Wulan menerangkan, layanan ini belum bisa diterapkan di semua tempat.
Saat ini ada 55 titik yang tersebar di Kota Rembang, Pati, dan Blora, yang dapat digunakan dalam masyarakat memperoleh layanan ini.
“Belum meratanya layanan ini sebab beberapa FKTP kami belum semua mempunyai USG. Namun, ibu hamil bisa mengajukan FKTP di aplikasi kita dan sudah kita siapkan rujukan horizontal,” katanya.
Baca Juga: KPK Minta Perangkat Desa Jepang Jangan Korupsi
Kepala BPJS Kesehatan Perwakilan Pati Wahyu Giyanto mengatakan, kebijakan ini masih baru, sehingga banyak ibu hamil yang belum mengetahui dengan kebijakan ini.
“Kebijakan ini adalah bagian dari dinamisme, pihak kami akan terus dinamis. Jadi perlu banyak sosialisasi,” terangnya.
Wahyu menambahkan, keberadaan pelayanan terbaru ini juga dapat mendukung pengentasan permasalahan ibu hamil, terutama dalam penanggulangan kematian bayi.
Artikel Terkait
Cek Kehamilan, Bisa Pakai BPJS Ini Syaratnya
Lima organisasi Profesi Ini Serukan Hentikan RUU Kesehatan Omnibus Law
PPNI dan PDGI Menilai RUU Kesehatan Melemahkan Kepastian Hukum
GAPPRI Layangkan Surat ke Jokowi, Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law
RS Bhayangkara Blora Menambah Akses Kesehatan Masyarakat