• Selasa, 26 September 2023

Gus Yasin Soroti Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Ponpes

- Selasa, 30 Mei 2023 | 13:06 WIB
Gus Yasin saat menghadiri kegiatan Naharul Ijtima’ dan Halalbihalal bersama Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, di Sasana Widya Praja BPSDMD Jateng, Senin (29/5/2023). (Ist)
Gus Yasin saat menghadiri kegiatan Naharul Ijtima’ dan Halalbihalal bersama Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, di Sasana Widya Praja BPSDMD Jateng, Senin (29/5/2023). (Ist)


BABAD.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyoroti puluhan kasus kekerasan di pondok pesantren (Ponpes) setelah mendapat fakta dari seorang psikolog di RSUD Tugurejo Semarang.

Lulusan Universitas Damascus Syiria itu menginginkan terwujudnya pondok pesantren yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Gus Yasin sapaanya, menuturkan, Rasulullah sudah memberikan teladan, bagaimana harus mencintai seorang anak. Kasih sayang yang diberikan kepada anak itu, dari orangtua turun ke anak.

Baca Juga: Akhlak Menjadi Pondasi Karakter Anak Muda, Ini Penjelasan Gus Yasin

“Kami di Pemprov Jateng bersyukur pada pagi hari ini, dibantu oleh para nawal, para ning, para bu nyai, mendorong lembaga pondok pesantren, untuk ikut andil ramah terhadap anak dan perempuan,” katanya saat menghadiri kegiatan Naharul Ijtima’ dan Halalbihalal bersama Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, di Sasana Widya Praja BPSDMD Jateng, Senin (29/5/2023).

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah program untuk melindungi perempuan dan anak, dari kekerasan. Di antaranya Jo Kawin Bocah, dan Jaga Kanca. Bahkan, disediakan pula aplikasi sebagai sarana untuk melaporkan, apabila terjadinya kekerasan.

“Memang permasalahan perundungan, bullying, bahkan kekerasan, sampai kekerasan seksual, mohon maaf, ini belum banyak terungkap, karena memang rasa ketakutannya anak-anak atau perempuan, atau mungkin bahkan santri,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Kekerasan di Ponpes, Ini Pesan Gus Yasin

Untuk itu, Gus Yasin mendukung kegiatan Naharul Ijtima’ yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang menghadirkan para Ibu Nyai se-Jawa Tengah.

Pihaknya menilai, para Ibu Nyai punya peran strategis dalam menggaungkan pondok pesantren ramah anak dan perempuan, lantaran manajemen pondok pesantren rata-rata dipegang oleh Ibu Nyai.

Editor: Praditya Wibisono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X