• Minggu, 27 November 2022

Merespons Kebocoran Data, Pemerintah Resmi Bentuk Satgas

- Rabu, 14 September 2022 | 18:10 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa hacker Bjorka tidak membahayakan. (Instagram/@mohmahfudmd)
Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa hacker Bjorka tidak membahayakan. (Instagram/@mohmahfudmd)

BABAD.ID – Buntut peretasan yang dilakukan oleh hacker dengan nama julukan Bjorka yang mengklaim berhasil membobol data sejumlah pejabat negara, dan menyebarkan di grup komunitas hacker menjadi perhatian serius pemerintah.

Terbaru Mahfud MD Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) mengatakan, Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (satgas) Perlindungan Data.

Baca Juga: Kalah di Kandang Persita, PSIS Semarang: Hasil Minor yang Tidak Kita Harapkan

Satgas Perlindungan Data terdiri dari unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam keterangan pers, Rabu 14 Setember 2022, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Mahfud mengatakan satgas itu bertugas melindungi data-data negara, dari berbagai ancaman kebocoran atau peretasan.

Baca Juga: Diupdate Setiap Hari – Ini Jadwal Film dan Harga Tiket Nonton di Kediri Mall CGV [September 2022]

Turut hadir dalam konferensi pers, Jhonny Gerard Plate Menteri Kominfo, Budi Gunawan Kepala BIN, Hinsa Siburian Kepala BSSN, dan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri.

“Pemerintah membuat satgas ini untuk lebih berhati-hati,” ujarnya.

Menurut Mahfud, ada dua hal yang menjadi dasar Pemerintah membentuk Satgas Perlindungan Data.

Pertama, peristiwa peretasan oleh hacker Bjorka mengingatkan tentang pentingnya membangun sistem keamanan siber yang lebih canggih.

Halaman:

Editor: Fareh Hariyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

11 Serba Pertama di Piala Dunia 2022

Senin, 21 November 2022 | 13:19 WIB
X