Gaya Hidup Disorot, Jokowi Minta Jangan Gagah-gagahan

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18:28 WIB
oko Widodo Presiden RI saat memberikan pengarahan kepada petinggi Polri di Istana Kepresidenan Jakarta.   (Foto. Biro Pers Setpres)
oko Widodo Presiden RI saat memberikan pengarahan kepada petinggi Polri di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto. Biro Pers Setpres)

BABAD.ID – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan komentar tentang gaya hidup terhadap perangkat negara yang dalam hal ini jajaran Polri.

Komentar Jokowi yang memberikan peringatan terhadap jajaran kepolisian tersebut terjadi saat melakukan pertemuan dengan Jajaran Kepolisian Negara RI.

Baca Juga: Latihan Soal Esai dan Jawaban: Bab Ruang Lingkup Antropologi SMA Kelas XI Kurikulum Merdeka

Pertemuan Jokowi dengan Jajaran Kepolisian tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda hingga kapolres seluruh Tanah Air di Istana Negara.

Joko Widodo Presiden menyebut negara-negara di dunia saat ini sedang berhadapan dengan situasi yang sulit.

Dalam Pengarahan Presiden kepada Perwira Tinggi Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres se-Indonesia di Istana Negara Jokowi mengatakan sebanyak 66 negara berada pada posisi rentan, dan 345 juta orang.

Baca Juga: Arti Kicauan Burung Kedasih di Sekitar Rumah Menurut Primbon Jawa: Tidak Selalu Membawa Kabar Kematian

Sedangkan di 82 negara menderita kekurangan pangan akut. Sehingga ia mengingatkan para petinggi kepolisian di Tanah Air untuk mengerem gaya hidup.

“Jangan sampai di situasi yang sulit ini ada letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi. Hati-hati,” ujar Jokowi di kutip Biro Pers Setpres.

Pihaknya selalu mengingatkan kepada  Kapolres, Kapolda, seluruh pejabat utama, perwira total haris memperhatikan gaya hidup. Jangan gagah-gagahan merasa punya mobil yang bagus, motor gede yang bagus, hati-hati.

Baca Juga: Setelah Pamali, Inang dan KPM, Dua Film Horor ini Bakal Tayang Bulan Ini  

Gaya hidup petinggi Polri, sebut Presiden, bisa dengan mudah diketahui dan menjadi sorotan oleh masyarakat Indonesia melalui media sosial di era keterbukaan seperti saat ini.

“Saya terlalu banyak mendapat laporan. Urusan kecil-kecil tetapi itu bisa mengganggu kepercayaan,” kata mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

Masalah hidup mewah ini menjadi salah satu hal yang dibahas Jokowi dalam pengarahan tersebut, karena Polri adalah aparat penegak hukum yang paling dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: Tidak Selalu Memiliki Tafsiran Buruk, Berikut Ini Penjelasan Mimpi Tentang Sakit

Halaman:

Editor: Fareh Hariyanto

Sumber: Biro Pers Setpres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X