• Senin, 25 September 2023

VIRAL: Kasus Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo, Berikut Pengertian Hukuman Mati dan Dasarnya

- Selasa, 14 Februari 2023 | 20:19 WIB
Hukuman Mati Ferdy Sambo, Ulama NU berikan tanggapan menurut Islam.  (Instagram @sayang.sambo)
Hukuman Mati Ferdy Sambo, Ulama NU berikan tanggapan menurut Islam. (Instagram @sayang.sambo)

BABAD.ID- Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, telah divonis bersalah perihal pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Yosua dan saat ini masih menjadi perbincangan adalah karena vonisnya tersebut Sambo dijatuhi hukuman mati oleh hakim.

Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM atau Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej, menjelaskan hukuman mati di Indonesia adalah hukuman spesial atau special punishment dan bukan dijadikan sebagai hukuman utama atau main punishment.

Berikut ini adalah pengertian hukuman mati menurut ahli. Babad id, telah merangkumnya

Apa Itu Hukuman Mati?

Baca Juga: Ramalan Gemini Pekan Ini: Butuh Melakukan Hal-Hal Positif

Hukuman mati ternyata sudah diatur pada Undang Undang Nomor 1 di tahun 2023, mengenai Kitab Undang Undang Hukum Pidana atau KUHP.

Dalam pasal 98 Undang-undang disebutkan bahwa hukuman mati merupakan bentuk ancaman secara alternatif yang digunakan sebagai upaya terakhir dalam mencegah tindak pidana dan untuk mengayomi masyarakat.

Pelaksanaan hukuman mati itu kemudian telah diatur pada pasal 99 UU No 1 Tahun 2023. Berikut adalah bunyi pasal yang terdiri dari empat ayat yaitu

Pada Pasal 99 UU No 1 Tahun 2023 berbunyi,
1.Pidana mati dapat dilaksanakan setelah permohonan grasi bagi terpidana ditolak Presiden.
2.Pidana mati sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilaksanakan di muka umum.
3.Pidana mati dilaksanakan dengan menembak terpidana sampai mati oleh regu tembak atau dengan cara lain yang ditentukan dalam Undang Undang.
4. Pelaksanaan pidana mati terhadap perempuan hamil, perempuan yang sedang menyusui bayinya, atau orang yang sakit jiwa ditunda sampai perempuan tersebut melahirkan, perempuan tersebut tidak lagi menyusui bayinya, atau orang yang sakit jiwa tersebut sembuh.

Baca Juga: Popularitas Karya Berujung Merosotnya Moral Bangsa

Dilansir dari situs resmi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham, Wamenkumham yaitu Edward Omar Sharif Hiariej, menerangkan penerapan pidana mati adalah hukuman spesial dan bisa berubah.

"Artinya apabila seorang terpidana berkelakuan baik akan dapat diberikan penurunan hukuman menjadi penjara seumur hidup atau dua puluh tahun penjara. Jadi hukuman mati bukan main punishment, tapi menjadi special punishment," kata Edward yang akrab disapa Eddy, dikutip dari situs kemenkumham.go.id.

Menurut jurnal berjudul Hukuman Mati karya Ayub Torry Satriyo Kusumo, yang ditinjau dari Perspektif Hukum dan HAM Internasional hukuman mati bertentangan dengan ketentuan internasional HAM terutama Pasal 3 DUHAM yaitu hak untuk hidup.

"Sikap berkelakuan baik selama menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP dapat dijadikan acuan dalam pemberian penurunan hukuman atau pengajuan bebas bersyarat," tutur Eddy.

Halaman:

Editor: Nabila Nikmatul Laeli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X