Tinjauan Semantik Sistem Kognisi dalam Petung Primbon Jawa

- Rabu, 13 Juli 2022 | 17:14 WIB
Ilustrasi menentukan hari baik dan buruk menurut Primbon Jawa (pixabay.com/Tumisu)
Ilustrasi menentukan hari baik dan buruk menurut Primbon Jawa (pixabay.com/Tumisu)

BABAD.ID – Kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang kompleks serta memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan.

Salah satu warisan budaya Jawa yang hampir terlupakan adalah kitab-kitab Primbon.

Kitab Primbon merupakan catatan-catatan leluhur masyarakat Jawa yang tentang praktik sosial filsafat, ramalan-ramalan ekonomi, watak seseorang, pertanian, hingga politik, yang dikaitkan dengan astrologi, etnomatematika serta perhitungan-perhitungan rumit.

Kitab-kitab Primbon digunakan untuk menentukan, merencanakan, memulai atau melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Kitab Primbon sebenarnya memuat 257 petung. Hal ini dijaga dengan sangat hati-hati oleh para pujangga, sehingga catatan itu masih ada dan dapat dipelajari dengan mudah.

Baca Juga: Trending di YouTube, Ini Lirik Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Denny Caknan, Cak Percil dan Cak Sodiq

Pengetian petung

Petung adalah catatan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia mulai dari saat dilahirkan sampai dengan meninggal dunia.

Dalam Primbon Jawa, petung sangat berkaitan dengan hitung-menghitung neptu atau nilai numerik yang terdapat dalam pancawara, siklus lima hari yang ada atau pasaran dalam penanggalan Jawa.

Di dalam Primbon Jawa, perhitungan neptu tidak hanya megenai hal baik dan hal buruk saja, tetapi juga hal-hal yang dianggap tidak bernilai, sebab hal-hal baik tidak akan diketahui jika tidak ada hal buruk, begitu pula sebaliknya.

Halaman:

Editor: Wiwid Saktia

Sumber: Semantik, Pengantar ke Arah Ilmu Makna - PT Refika Aditama, Petung dalam Primbon Jawa - Jurnal Litera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X