• Sabtu, 23 September 2023

Ternyata Begini Asal Mula Larangan Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Ketiga, Hanya Mitos?

- Minggu, 19 Februari 2023 | 09:22 WIB
Ternyata Begini Asal Mula Larangan Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Ketiga, Hanya Mitos? (Freepik)
Ternyata Begini Asal Mula Larangan Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Ketiga, Hanya Mitos? (Freepik)

BABAD.ID-- Masyarakat Jawa tentu sudah paham mengapa pernikahan anak pertama dengan anak ketiga itu dilarang dan dihindari.

Pernikahan anak pertama dengan anak ketiga disebut dengan lusan atau jilu.

Banyak orang jawa yang meyakini bahwa pernikahan anak pertama dengan anak ketiga akan mendatangkan kesialan.

Baca Juga: Larangan Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Ketiga bagi Masyarakat Jawa, Benarkah Membawa Kesialan?

Lalu, benarkah demikian? Dan bagaimana asul usul larangan tersebut?

Praktisi Kejawen Dewi Sundari dalam tayangan di chanel YouTube-nya menjawab soal mitos larangan anak pertama menikah dengan anak ketiga.

Pernikahan anak pertama dengan anak ketiga disebut lusan dan jilu. Lusan berasal dari kata telu (tiga) dan pisan (satu), sedangkan jilu berasal dari kata siji (satu) dan telu (tiga)

Ia pun menjelaskan mengapa pernikahan lusan atau jilu dianggap akan mendatangkan banyak kesialan, keburukan, rumah tangga tidak rukun, sulit rezeki, bahkan mengakibatkan kematian.

Baca Juga: Tren Nikah di KUA Ramai di Media Sosial, Intip Besaran Biaya dan Syaratnya

Sebenarnya, tidak semua pernikahan lusan akan mengalami persoalan serupa. Karena pada awal mulanya, orang disarankan agar tidak menikahkan seorang anak pertama dengan anak ketiga karena keduanya memiliki karakter yang berbeda.

Anak pertama dengan anak ketiga seringkali memiliki perbedaan watak, dan ada kalanya sulit dijembatani.

Selain watak dan karakter, keduanya juga sulit untuk saling mengalah.

"Lain dulu, lain sekarang. Jika melihat dari sisi saat ini, banyak pasangan yang sudah mengenal satu sama lain sebelum menikah. Sedangkan di zaman dulu, melibatkan keluarga. Di mana masing-masing mempelai belum melakukan pendekatan tetapi sudah diikatkan oleh keluarga," katanya.

Baca Juga: Tradisi Kain Perawan di Kalimantan, Jadi Inspirasi film 'Kaget Nikah'

Halaman:

Editor: Lilis Nawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X