• Minggu, 27 November 2022

Perkembangan Vaksin HIV Selama 40 Tahun, Kini Masih Berada di Tahap Uji Coba

- Senin, 19 September 2022 | 19:04 WIB
Ilustrasi vaksin HIV.
Ilustrasi vaksin HIV.

BABAD.ID - Sejak beredarnya virus HIV pada tahun 1984, penelitian untuk menemukan vaksin HIV telah dilaksanakan. Namun hingga saat ini, belum ada tim peneliti yang menemukan vaksin efektif terhadap virus ini.

Penelitian vaksin HIV pertama kali dilaksanakan pada tahun 1987 oleh National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat. Hingga tahun 2003, paling tidak 35 penelitian fase 1 dilakukan, namun belum ada yang berhasil.

Hal ini disebabkan mutasi glikoprotein permukaan virus secara cepat selama replikasi virus sehingga sulit bagi antibodi untuk menetralisir protein tersebut.

Baca Juga: Pahami Lebih Jauh Syarat Khusus dan Ketentuan Beasiswa Reguler LPDP!

Infeksi HIV/AIDS di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahun, dikutip dari Jurnal Health Sains dari laman Direktur Jenderal P2P tahun 2021 update terakhir jumlah kasus HIV/AIDS sampai dengan Maret 2021 sebanyak 427.201 orang dan 131.417 orang dengan kasus AIDS.

Jumlah pasien yang melakukan pengobatan antiretroviral sebanyak 269.289 orang, 219.898 orang masih hidup dengan perawatan dan 49.391 orang telah meninggal dunia.

Salah satu vaksin yang paling menjanjikan hingga saat ini yaitu kombinasi dua vaksin (prime-boost regiments) ALVAC (vCP1521 oleh Sanofi) dan AIDSVAX B/E (Genentech gp120 oleh GSID) pada tahun 2009.

Baca Juga: Garakan UMKM Cara Wali Kota Surabaya Hadang Inflasi Pasca Kenaikan Harga BBM

Penelitian ini disebut sebagai RV144 dan merupakan kolaborasi dari pemerintahan Thailand dan US dengan melibatkan 16.402 subjek selama 2003-2006 dengan efektivitas 31,2%. Meskipun angka ini masih tergolong rendah untuk memperoleh izin penggunaan, hal ini menjadi salah satu temuan positif.

Halaman:

Editor: Abdul Arif BabadID

Sumber: Jurnal Health Sains

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X