• Selasa, 29 November 2022

Nasib Nelayan di Tambak Lorok: Bertahan Dikepung Banjir Rob dan Pendapatan yang Tak Menentu

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:07 WIB
Ilustrasi banjir rob di wilayah Tambaklorok, Kota Semarang. ((Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Ilustrasi banjir rob di wilayah Tambaklorok, Kota Semarang. ((Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

Baca Juga: Homestay Naik Kelas Banyuwangi Masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB

“Pada 2014 itu kan pembangunan sistem kali Semarang sudah terbangun dan hasilnya sudah bisa kita lihat bahwa rob dan banjir di kali Semarang sudah dapat teratasi,” katanya.

Iswar menjanjikan pembangunan tanggul laut di Tambak Lorok tahap kedua akan dilakukan tahun ini. Ia menyebut pemkot Semarang telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk mengatasi banjir.

“Itu adalah upaya untuk pengendalian banjir. Dan itu yang sudah dilaksanakan,” ucap Iswar.

Pemerintah Kota Semarang mencanangkan pengendalian banjir lain dengan rencana pembuatan kolam retensi seluas 220 ha. Kolam retensi yang dimaksud Iswar yakni terkait dengan pembangunan tol tanggul laut Semarang-Demak, padahal pembebasan lahannya belum tuntas.

“Fungsi tol itu sendiri bagian dari pada integrasi dengan pengendalian banjir di kota Semarang,” katanya.

Air yang direncanakan akan tertampung di kolam retensi, nantinya akan dipompa dan dibuang ke laut. Ia mengklaim tanggul tol tersebut dipastikan dapat mengurangi rob. “Bahkan bukan rob lagi. Kalau sudah tertutup kan air laut tidak bisa masuk lagi,” ujarnya.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Nonton House Of Dragon, Prekuel dari Series Game Of Thrones

Untuk pembangun tanggul laut di Tambak Lorok, Iswar mengaku akan dikerjakan tahun ini. Setelah tanggul tersebut selesai dibangun, kemudian akan ada pompa portable yang dapat menyedot air ke laut.

“Memang seperti itu konsep pembangunan infrastruktur untuk wilayah pesisir Kota Semarang,” kata Iswar.

Halaman:

Editor: Abdul Arif BabadID

Sumber: Project Multatuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X