• Selasa, 29 November 2022

Nasib Nelayan di Tambak Lorok: Bertahan Dikepung Banjir Rob dan Pendapatan yang Tak Menentu

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:07 WIB
Ilustrasi banjir rob di wilayah Tambaklorok, Kota Semarang. ((Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Ilustrasi banjir rob di wilayah Tambaklorok, Kota Semarang. ((Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

Kondisi itu sebenarnya cukup miris jika mengingat Pemerintah Kota Semarang menggembar-gemborkan Tambak Lorok sebagai kampung bahari. Program ini dilaksanakan dari tahun 2015 dengan membangun dermaga, jalan masuk, pembangunan pasar, dan tempat pelelangan ikan serta ruang terbuka hijau.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Nonton House Of Dragon, Prekuel dari Series Game Of Thrones

Selamet bercerita pada 2012 lalu, pemerintah Kota Semarang pernah membangun tempat pelelangan ikan (TPI) di Tambak Lorok, namun sejak bangunan itu rampung warga tak pernah diajak musyawarah dan juga belum sempat menggunakanya.

“Karena terendam rob. Sekarang tinggal sisa bangunannya saja. Padahal menghabiskan dana sekitar enam miliar,” kata Selamet.

Alih-alih membuat nelayan sejahtera, program kampung bahari itu justru tidak berkorelasi peningkatan kesejahteraan nelayan. Bahkan hidup sebagai nelayan sudah bukan lagi idaman bagi warga di sana.

Penghasilan nelayan di kampung itu, kata Selamet, sudah tidak dapat lagi menjadi tumpuan hidup. Pendapatan bersih sekali melaut hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu saja.

“Itu sudah dari 2015.”

Rokah beruntung masih punya alternatif mata pencaharian bila tak melaut, sementara nelayan yang lain beberapa hanya melongo tanpa pekerjaan. Selamet mengatakan dari 529 kepala keluarga yang ada di lingkup RW-nya sebanyak 60 persennya adalah nelayan. Ketika banjir rob datang, banyak nelayan yang akhirnya hidup bergantung pada pendapatan hari-hari sebelumnya yang mereka sisihkan.

Di luar banjir rob besar kemarin, seharusnya pada bulan Mei atau Juni adalah musim udang rebon yang bisa bikin nelayan cuan. Biasanya, ketika musim itu datang, nelayan bisa mengantongi Rp1 juta dalam sehari.

“Tetapi kan itu tidak tiap hari,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif BabadID

Sumber: Project Multatuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X