Temukan profil lengkap Desa Kandangmas, Dawe, Kudus. Ulasan mendalam mengenai sejarah penggabungan desa, legenda Punden Masin, sentra industri Gula Tumbu dengan klasifikasi mutunya, hingga pesona wisata Bendungan Logung.
![]() |
| Infografis Desa Kandangmas Dawe Kudus. (babad.id/NotebookLM) |
Wilayah Strategis di Kaki Gunung Muria
Desa Kandangmas merupakan entitas administratif yang menempati posisi geografis sangat strategis di wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan data Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025, desa ini tercatat sebagai wilayah terluas di kecamatan tersebut dengan cakupan area mencapai 12,92 km² atau setara dengan 15,05 persen dari total luas wilayah Dawe.
Terletak di lereng Gunung Muria, desa ini berada pada ketinggian rata-rata 500 meter di atas permukaan laut dengan bentang alam perbukitan yang subur. Karakteristik tanah di Kandangmas didominasi oleh jenis Latosol Cokelat yang mencapai 67,30 persen dan Latosol Merah sebesar 29,19 persen, yang menjadikan wilayah ini sangat produktif untuk sektor perkebunan, terutama tebu.
Sejarah dan Asal-Usul: Penyatuan Sekandang dan Masin
Secara historis, Desa Kandangmas merupakan hasil penggabungan dua wilayah kuno, yaitu Desa Sekandang dan Desa Masin. Penyatuan ini terjadi pada tahun 1939 di bawah kepemimpinan Bapak Astro Wijoyo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sekandang dan kemudian diterima oleh masyarakat Masin untuk memimpin wilayah gabungan tersebut.
Nama "Kandangmas" sendiri merupakan akronim dari kedua nama desa asal tersebut. Selain alasan administratif, narasi lisan masyarakat menyebutkan bahwa sebutan Kandangmas berkaitan dengan seringnya ditemukan perhiasan emas di bagian selatan desa pada dekade 1980-an.
Dalam dimensi spiritual, sejarah desa ini sangat lekat dengan legenda Raden Ayu Dewi Nawangsih (putri Sunan Muria) dan Raden Bagus Rinangku. Terdapat dua versi sejarah yang berkembang; versi pertama menceritakan kisah cinta tragis yang berakhir dengan kematian keduanya akibat jemparing (panah).
Namun, terdapat versi pelurusan sejarah dari NU Demak yang menyatakan bahwa keduanya sebenarnya dinikahkan secara resmi oleh Sunan Muria untuk mengelola pesantren di wilayah Masin sebagai misi dakwah Islam di zaman Kerajaan Demak Bintoro.
Demografi dan Tata Kelola Pemerintahan
Sebagai desa terluas, Kandangmas juga memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Dawe. Merujuk pada laporan terbaru tahun 2025, penduduk desa ini berjumlah 13.666 jiwa, yang terdiri dari 6.859 laki-laki dan 6.807 perempuan. Dengan jumlah penduduk yang besar, tingkat kepadatan penduduk tercatat sebesar 1.058 jiwa/km².
Struktur pemerintahan desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh Sekretaris Desa, 3 Kepala Urusan (Kaur), 3 Kepala Seksi (Kasi), dan 3 Kepala Dusun (Kadus). Untuk pelayanan administrasi di tingkat akar rumput, wilayah Kandangmas terbagi ke dalam 16 Rukun Warga (RW) dan 77 Rukun Tetangga (RT). Tata kelola keuangan desa dijalankan secara transparan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang digunakan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.
Potensi Ekonomi: Sentra Industri Gula Tumbu
Sektor ekonomi Desa Kandangmas ditopang kuat oleh industri pengolahan hasil perkebunan, khususnya tebu. Desa ini dikenal sebagai sentra utama produksi Gula Tumbu, yaitu gula tradisional yang dikelola secara turun-temurun sejak sebelum era kolonial Belanda. Meskipun mengalami tantangan pasokan bahan baku, hingga tahun 2023 masih terdapat sekitar 70 unit usaha aktif dari sebelumnya 153 unit pada tahun 2016.
Berikut adalah klasifikasi mutu Gula Tumbu dari Kandangmas yang dipasarkan hingga tingkat nasional:
|
Klasifikasi Mutu |
Sasaran Distribusi |
Pemanfaatan Produk |
|
Gula Kualitas A |
Pasar Tradisional Lokal |
Konsumsi rumah tangga (kemasan
kiloan). |
|
Gula Kualitas B |
DKI Jakarta dan Semarang |
Bahan tambahan industri olahan
pangan regional. |
|
Gula Kualitas C |
Perusahaan Kecap Nasional |
Bahan baku utama pembuatan kecap
manis. |
Selain gula tumbu, warga juga memproduksi gula kawur yang sudah eksis selama lebih dari 30 tahun. Terdapat pula inovasi produk berupa Kolak Telo Godang yang dipelopori oleh Siswanto, warga Dukuh Sekandang, sebagai strategi menghadapi fluktuasi harga gula merah.
Kearifan Lokal dan Budaya
Kekayaan kultural Kandangmas berpusat pada situs religi Punden Masin. Keberadaan makam keramat tersebut melahirkan berbagai tradisi yang masih dijaga kelestariannya:
- Tradisi Sewu Sempol: Ritual sedekah kubur ini digelar setiap Kamis terakhir di bulan Ruwah (Sya'ban). Warga mengumpulkan paha ayam (sempol) sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.
- Tradisi Membuang Ayam: Dilaksanakan saat prosesi pernikahan ketika rombongan pengantin melewati Jembatan Belik Gompeng. Awalnya diniatkan sebagai tumbal, kini makna tradisi ini telah bergeser menjadi bentuk sedekah sosial bagi warga sekitar jembatan.
- Ziarah Ngalap Berkah: Makam di Dukuh Masin menjadi tujuan wisata religi bagi peziarah dari berbagai daerah yang mencari keberkahan sekaligus menjaga kelestarian hutan lereng Muria.
Pariwisata Modern: Pesona Bendungan Logung
Transformasi ekonomi Desa Kandangmas juga didorong oleh dibukanya Bendungan Logung pada akhir tahun 2018. Bendungan yang berada di perbatasan Kandangmas dan Tanjungrejo ini telah dikembangkan menjadi objek wisata air yang menarik.
Wisatawan dapat menikmati fasilitas speedboat untuk berkeliling waduk dengan tarif berkisar antara Rp80.000 hingga Rp90.000 per unit. Keberadaan wisata ini memberikan lapangan kerja baru bagi warga lokal sebagai pelaku UMKM dan penyedia jasa wisata.
Fasilitas Sosial dan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur di Desa Kandangmas terus ditingkatkan untuk mendukung kesejahteraan warga. Berdasarkan data BPS Kudus 2025, sarana pendidikan di desa ini mencakup 8 unit Sekolah Dasar (SD), 1 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 1 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Dalam bidang kesehatan, terdapat 3 tempat praktik dokter dan 19 Posyandu yang aktif melayani warga. Aksesibilitas layanan kesehatan dikategorikan "Sangat Mudah" dengan dukungan jalan kabupaten yang didominasi perkerasan aspal. Untuk layanan telekomunikasi, Kandangmas didukung oleh dua menara telepon seluler (BTS) dengan kondisi sinyal kategori kuat di sebagian besar wilayahnya.
FAQ
- Kapan tradisi Sewu Sempol di Kandangmas dilaksanakan? Tradisi ini dilaksanakan setiap Kamis terakhir di bulan Ruwah atau Sya'ban.
- Apa kegunaan Gula Tumbu kualitas C dari Kandangmas? Gula kualitas C biasanya digunakan sebagai bahan baku utama oleh perusahaan kecap nasional.
- Di mana lokasi Bendungan Logung? Bendungan ini terletak di perbatasan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus.
- Berapa jumlah penduduk Desa Kandangmas terbaru? Berdasarkan data BPS 2025, jumlah penduduknya adalah 13.666 jiwa.
Daftar Bacaan
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus. (2021). Kecamatan Dawe Dalam Angka 2021. Kudus: BPS Kabupaten Kudus.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus. (2025). Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025. Kudus: BPS Kabupaten Kudus.
BETA TV. (2024). Proses Rumit Pembuatan Gula Tumbu di Desa Kandangmas, Kudus [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=ywhLFBqgeUQ.
Elyawati, F. A., Isnan, A. A., Husna, M., Mauludin, M., Husnah, S. U. M., Safitri, C., Ulya, F. H., Muktafa, R. A., Afriyani, N. O., Qodriyah, N. B., Puspitasari, Y. D., & Munir, M. A. (2021). Fenomena Ritual Ziarah “Ngalap Berkah” Di Makam Raden Ayu Dewi Nawangsih Dan Raden Bagus Rinangku Di Kabupaten Kudus. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 18(1), 110-125.
Lestari, K. P., Nur, D. M. M., & Karim, A. (2025). Representasi Tindakan Sosial dalam Tradisi Lokal Masyarakat di Era Modern. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 98-114.
NU Demak. (2024). Dewi Nawangsih; Wali Pejuang Dakwah Islam Zaman Kerajaan Demak Bintoro. https://nu-demak.or.id/2024/10/10/dewi-nawangsih-wali-pejuang-dakwah-islam-zaman-kerajaan-demak-bintoro/.
Pemerintah Desa Kandangmas. (2026). Website Resmi Desa Kandangmas. https://desa-kandangmas.kuduskab.go.id/.
Sulistiyo, J. H., Elfath, M. A., Lamehan, F., Muhammad, P., & Mursalin, A. (2026). Tradisi Membuang Ayam di Jembatan Belik Gompeng pada Acara Pernikahan Masyarakat Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dalam Perspektif Hukum Islam. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 6(1), 200-215.
Tim Peneliti. (2025). Laporan Kajian Holistik Desa Kandangmas Dawe Kudus: Sejarah, Dinamika Tradisi, Tata Kelola Pemerintahan, dan Potensi Sosio-Ekonomi. Kudus: Laporan Penelitian.
