Desa Soco merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Berada di kawasan lereng selatan Gunung Muria, desa ini menawarkan perpaduan unik antara kekayaan alam vulkanik, kemajuan sektor pertanian berkelanjutan, dan pelestarian industri tradisional. Berdasarkan Website Resmi Desa Soco, desa ini secara administratif dipimpin oleh Kepala Desa Lilik Ekowati dengan pusat pemerintahan desa yang berlokasi di RT 5 RW 2.
Kondisi Geografis dan Geologi
Secara geografis, Desa Soco memiliki posisi yang strategis di wilayah pegunungan. Menurut penelitian Wisnu Harimurti dalam "Geologi dan Studi Batuan Vulkanik Daerah Lereng Selatan Gunung Muria" (2018), daerah ini secara dominan disusun oleh material vulkanik. Bagian utara desa disusun oleh lava tefrit, sementara bagian selatan didominasi oleh breksi laharik. Geomorfologi Desa Soco terbagi ke dalam satuan lereng vulkanik tengah dan bawah, dengan pola pengaliran sungai berupa trellis dan parallel.
Laporan Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025 mencatat bahwa Desa Soco memiliki luas wilayah sebesar 7,02 km², yang berkontribusi sekitar 8,18 persen dari total luas wilayah Kecamatan Dawe. Tanah di kawasan ini memiliki karakteristik latosal cokelat dan merah, yang sangat mendukung kegiatan agraris masyarakat setempat.
Demografi dan Tata Pemerintahan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus tahun 2025, jumlah penduduk Desa Soco tercatat sebanyak 5.001 jiwa. Komposisi penduduk terdiri dari 2.551 laki-laki dan 2.450 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 104,12. Tingkat kepadatan penduduk di desa ini mencapai 712 jiwa per km², dengan distribusi penduduk yang tersebar di 3 Rukun Warga (RW) dan 27 Rukun Tetangga (RT).
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Kepala Desa Soco dibantu oleh perangkat desa yang terdiri dari Sekretaris Desa, tiga Kepala Urusan (Kaur), tiga Kepala Seksi (Kasi), dan tiga Kepala Dusun (Kadus). Selain itu, terdapat lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang beranggotakan 5 orang untuk mengawasi jalannya pemerintahan desa.
Sektor Pertanian Berkelanjutan: Inovasi Kembang Kol
Salah satu pencapaian menonjol Desa Soco di bidang ekonomi adalah keberhasilan pengembangan pertanian berkelanjutan. Menurut laporan Jurnal Pantura (2025), sebuah lahan seluas 7.000 meter persegi milik Abdul Rouf (KK Farm) berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu siklus berkesinambungan.
Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan sumber daya: kotoran ayam diolah menjadi pupuk organik, sisa tanaman kembang kol menjadi pakan maggot, dan maggot digunakan sebagai pakan ikan. Agus Setiawan, pendamping petani di lokasi tersebut, menyatakan bahwa Desa Soco sangat berpotensi menjadi sentra tanaman kembang kol di Kudus, dengan bobot rata-rata tanaman mencapai 1,5 kilogram. Inovasi ini tidak hanya mendukung swasembada pangan tetapi juga swasembada energi melalui pemanfaatan biogas dari limbah ternak.
Industri Tradisional Gula Tumbu
Selain kembang kol, Desa Soco memiliki potensi besar dalam produksi Gula Tumbu. Berdasarkan artikel di Kompasiana (2022), Gula Tumbu merupakan gula merah berbahan dasar tebu yang diproses secara tradisional melalui penggilingan tebu menjadi nira, pemasakan di kuali besar, hingga pembekuan dalam wadah bernama "tumbu".
Di Desa Soco, terdapat sekitar 35 "gudang tebu" atau tempat produksi gula tumbu yang aktif. Kepala Desa Soco, Lilik Ekowati, menegaskan bahwa kualitas gula tumbu dari Desa Soco tidak kalah saing dengan daerah lain seperti Desa Kandangmas. Gudang tebu milik Pak Mulyono tercatat sebagai salah satu tempat produksi terbesar di desa ini.
Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Potensi lokal lain yang terus dikembangkan adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Kudus (EJR UMKU, 2024), warga Desa Soco, khususnya di RT 04 RW 03, telah berhasil mengolah tanaman jahe, temulawak, dan kunyit menjadi produk minuman herbal berkualitas bernama "Herbaloca Soco".
Identifikasi potensi menunjukkan bahwa tanaman herbal tumbuh subur di pekarangan rumah warga, namun sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai rebusan sederhana. Melalui pelatihan inovasi produk, TOGA kini memiliki nilai ekonomi tambah bagi kelompok wanita tani (KWT) dan ibu-ibu PKK di desa tersebut.
Sarana, Prasarana, dan Fasilitas Publik
Untuk mendukung kehidupan sosial masyarakat, Desa Soco dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan. Mengutip laporan Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025, fasilitas pendidikan di desa ini meliputi:4 unit Sekolah Dasar (SD).1 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan jumlah murid 69 orang dan 12 guru.
Di sektor kesehatan, Desa Soco memiliki 3 unit Posyandu untuk pelayanan ibu dan anak. Tenaga kesehatan yang bertugas di desa ini terdiri dari 13 tenaga paramedis, 2 dukun bayi, dan 2 tukang pijat. Terkait infrastruktur transportasi, Desa Soco dilewati oleh ruas jalan kabupaten Piji-Ternadi-Soco dengan luas perkerasan mencapai 31.209,50 m² yang mayoritas berkondisi sedang hingga baik. Fasilitas publik lainnya mencakup 1 lapangan sepak bola, 1 lapangan voli, dan 1 kolam renang sebagai sarana rekreasi.
Desa Soco merupakan gambaran desa di lereng Muria yang mampu mengkolaborasikan kekayaan alam dengan inovasi modern. Dari struktur geologi yang subur hingga kemandirian masyarakatnya dalam mengelola pertanian kembang kol, gula tumbu, dan minuman herbal, desa ini memiliki pondasi ekonomi lokal yang kuat. Dengan dukungan tata kelola pemerintahan yang tertib dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara optimal, Desa Soco berpeluang menjadi model desa mandiri di Kabupaten Kudus.
Daftar Bacaan
Ahadina, A. I., et al. (2024). Optimalisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) melalui produk minuman herbal di Desa Soco. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(2), 65-73.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus. (2025). Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025. Kudus: BPS Kabupaten Kudus.
Harimurti, W. (2018). Geologi dan studi batuan vulkanik daerah lereng selatan Gunung Muria, Desa Soco dan sekitarnya Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. (Tugas Akhir). Yogyakarta: UPN "Veteran" Yogyakarta.
Jurnal Pantura. (2025, 13 September). Desa Soco Kudus berhasil mengembangkan kembang kol melalui pertanian berkelanjutan. Jurnalpantura.id.
Kompasiana. (2022, 4 Oktober). Menelisik lebih dalam produksi gula tumbu di Desa Soco yang kualitasnya tak kalah dari produksi lain. Kompasiana.com.
Pemerintah Desa Soco. (2024). Website Resmi Desa Soco - Kabupaten Kudus. Diakses dari http://desa-soco.kuduskab.go.id/
Rif Gn. (n.d.). Pesona Jalan Desa Soco - Dawe Kudus. [Video]. YouTube.