Gpd6GfWoTSC5TSA9TpCoGUCoBY==
Anda cari apa?

Labels

Profil Desa Ternadi: Agrowisata Kopi dan Jejak Spiritual Sunan Kalijaga di Lereng Muria

Telusuri profil lengkap Desa Ternadi, Dawe, Kudus. Menyajikan data kependudukan terbaru 2024, potensi perkebunan kopi robusta, peternakan unggas skala
Telusuri profil lengkap Desa Ternadi, Dawe, Kudus. Menyajikan data kependudukan terbaru 2024, potensi perkebunan kopi robusta, peternakan unggas skala besar, hingga sejarah Petilasan Kaliyetno peninggalan Sunan Kalijaga.

Ilustrasi Desa Ternadi Dawe Kudus. (babad.id/NotebookLM)



Letak Geografis dan Administrasi Wilayah


Desa Ternadi merupakan salah satu desa wisata yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, desa ini berada di kawasan lereng Gunung Muria yang memberikan karakteristik udara sejuk dan tanah subur. Menurut publikasi ilmiah dalam Jurnal Madaniya (2023), Desa Ternadi memiliki luas wilayah sebesar 367,479 hektar. Namun, berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam "Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025", luas wilayah desa ini tercatat sebesar 4,05 kilometer persegi atau sekitar 4,72 persen dari total luas Kecamatan Dawe.

Wilayah Desa Ternadi memiliki batas-batas administratif yang jelas. Di sebelah utara, desa ini berbatasan langsung dengan hutan negara. Di sisi timur berbatasan dengan Desa Kajar, di sebelah selatan dengan Desa Piji, dan di bagian barat berbatasan dengan Desa Soco. Secara topografi, Ternadi didominasi oleh perbukitan dengan ketinggian rata-rata mencapai ±700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya berjarak sekitar 16,8 kilometer dari pusat Kota Kudus, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 35 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui akses jalan yang sudah cukup bagus. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, tersedia jasa ojek untuk mencapai lokasi.

Demografi dan Tata Pemerintahan


Kondisi kependudukan Desa Ternadi menunjukkan dinamika sosial yang stabil. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dirangkum BPS (2025), jumlah penduduk Desa Ternadi pada tahun 2024 adalah sebanyak 3.292 jiwa. Komposisi penduduk tersebut terdiri dari 1.632 laki-laki dan 1.660 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 98,31. Dengan luas wilayah yang ada, tingkat kepadatan penduduk di desa ini mencapai 813 jiwa per kilometer persegi.

Dalam struktur pemerintahan desa, Ternadi terbagi menjadi 4 Rukun Warga (RW) dan 18 Rukun Tetangga (RT). Menurut catatan Kantor Kecamatan Dawe tahun 2023, pemerintah desa didukung oleh perangkat desa yang berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 4 perangkat laki-laki dan 1 perangkat perempuan. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat juga tercermin dari angka partisipasi keluarga berencana yang tinggi, di mana dari 645 pasangan usia subur, terdapat 552 pasangan yang merupakan peserta KB aktif (85,58%).

Potensi Ekonomi: Kejayaan Kopi Robusta dan Peternakan


Sektor perkebunan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Laman resmi Kudus Tourism Information Center menyebutkan bahwa posisi geografis di lereng Muria menjadikan Ternadi sebagai penghasil kopi dan cengkeh terbaik di Kabupaten Kudus. Komoditas unggulannya adalah kopi Robusta yang tumbuh subur di lahan agroforestri dan kawasan hutan rakyat.

Meskipun menjadi komoditas unggulan, sektor pertanian kopi menghadapi tantangan berupa usia tanaman yang sudah tua dan kualitas bibit yang kurang unggul. Berdasarkan kajian Universitas Muria Kudus (2023), telah dilakukan upaya perbaikan bahan tanam melalui teknik vegetatif sambung pucuk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kopi rakyat guna mendukung perintisan Ternadi sebagai Desa Agrowisata. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu secara mandiri meremajakan tanaman kopi mereka agar lebih produktif.

Selain kopi, sektor peternakan di Ternadi memiliki angka yang sangat signifikan, terutama pada komoditas unggas. Data BPS (2025) mencatat populasi ayam ras pedaging di desa ini mencapai 420.000 ekor, yang merupakan salah satu yang terbesar di Kecamatan Dawe. Selain itu, terdapat 4.151 ekor ayam kampung, 119 ekor sapi potong, 6 ekor kerbau, 474 ekor kambing, dan 82 ekor domba. Aktivitas perdagangan warga didukung oleh keberadaan 54 toko kelontong atau kios yang menyediakan kebutuhan pokok serta 4 warung makan.

Wisata Religi: Sejarah Petilasan Kaliyetno


Salah satu daya tarik utama Desa Ternadi adalah wisata religi berupa Petilasan Kaliyetno yang diyakini sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga. Menurut penuturan juru kunci petilasan dalam ulasan detikNews (2021), lokasi ini berkaitan erat dengan kisah Sunan Kalijaga yang saat itu masih bernama Lokajaya. Dikisahkan bahwa Lokajaya bertapa di tempat ini selama tiga tahun untuk menjaga tongkat milik Sunan Bonang hingga tongkat tersebut tumbuh menjadi rumpun bambu.

Nama "Kaliyetno" sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata tersebut berasal dari gabungan kata kali yang berarti sungai, dan yetno yang merujuk pada ungkapan Jawa mayatnya ora ana atau jenazahnya tidak ada. Hal ini mempertegas status lokasi tersebut sebagai petilasan atau tempat pertapaan, bukan makam. Hingga saat ini, jejak sejarah tersebut masih dijaga dengan adanya tanaman bambu di belakang kompleks petilasan yang dipercaya sebagai peninggalan masa pertapaan tersebut. Masyarakat rutin melakukan ziarah, terutama pada hari Kamis Kliwon malam Jumat Legi. Selain itu, tradisi "Buka Luwur" atau penggantian kain penutup juga menjadi momen sakral yang diadakan di petilasan ini.

Tradisi Budaya dan Malam Tirakatan


Kehidupan budaya masyarakat Ternadi masih memegang teguh tradisi lokal yang bernafaskan Islam dan nasionalisme. Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Serumpun (2024), salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan adalah Malam Tirakatan setiap tanggal 16 Agustus malam. Tradisi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan menggabungkan unsur doa bersama dan refleksi spiritual.

Kegiatan tirakatan di Desa Ternadi tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai manifestasi pesan dakwah dan sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Melalui momen ini, masyarakat berusaha mengingat jasa para pahlawan sekaligus memperkuat identitas komunitas dalam bingkai kerukunan.

Fasilitas Publik dan Kesehatan Masyarakat


Pemerintah Kabupaten Kudus secara bertahap terus meningkatkan fasilitas di objek wisata Ternadi. Menurut laporan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terdapat rencana renovasi Gardu Pandang sebagai ikon swafoto wisatawan. Selain itu, usulan pemasangan penerangan jalan berbasis panel surya menuju area perkemahan dan petilasan Kaliyetno menjadi prioritas untuk menunjang kenyamanan peziarah di malam hari. Infrastruktur jalan kabupaten ruas Piji – Ternadi – Soco memiliki panjang 8.917 meter dengan luas perkerasan 31.209,50 meter persegi yang menjadi jalur utama transportasi desa.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, Desa Ternadi memiliki 2 unit Sekolah Dasar (SD) sebagai sarana pendidikan formal. Untuk layanan kesehatan, tersedia 4 unit Posyandu yang didukung oleh 6 tenaga paramedis dan 15 orang tukang pijat tradisional yang telah terdata. Terkait kesehatan lingkungan, penelitian kesehatan tahun 2016 mencatat bahwa Desa Ternadi pernah dikategorikan sebagai daerah endemik Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) tingkat ringan dengan angka Total Goiter Rate (TGR) sebesar 6,73%. Hal ini menjadikan edukasi mengenai penggunaan garam beryodium menjadi fokus perhatian penting di desa ini.

Desa Ternadi adalah perpaduan harmonis antara keasrian alam pegunungan, potensi ekonomi agraris yang besar, dan warisan sejarah religi yang tetap lestari. Dengan dukungan inovasi pertanian pada komoditas kopi dan pengembangan fasilitas wisata yang berkelanjutan, desa ini siap menjadi destinasi unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokalnya.

Daftar Bacaan

BPS Kabupaten Kudus. (2025). Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025. Kudus: BPS Kabupaten Kudus.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. (2022). Desa Ternadi. Diambil dari Kudus Tourism Information Center: https://kurmacenter.com/desa-wisata-ternadi/

Kristiani, L. (2026). Nikmati Pesona 11 Desa Wisata Di Kabupaten Kudus. Diambil dari TripZilla Indonesia: https://www.tripzilla.id/desa-wisata-di-kudus/35515

Nursahal, & Ulvie, Y. N. S. (2016). Karakteristik Konsumsi Garam Beryodium Dataran Tinggi dan Rendah Wilayah Kerja Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus. The 3rd University Research Colloquium, 102-123.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2020). Objek Wisata Desa Ternadi Siap Direnovasi. Diambil dari portal berita resmi: https://jatengprov.go.id/beritadaerah/objek-wisata-desa-ternadi-siap-direnovasi/
Prakoso, T., Ariyanto, S. E., Widyastuti, W., & Murrinie, E. D. (2023). Perbaikan Bahan Tanam Kopi Robusta Sebagai Perintisan Desa Agrowisata Desa Ternadi Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Madaniya, 4(4), 1844-1850.

Rochanah, R., Sari, T. P., & Septiana, F. (2024). Manifestasi Pesan Dakwah dalam Tradisi Tirakatan Malam Kemerdekaan 17 Agustus (Studi Kasus di Desa Ternadi Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus). SERUMPUN: Journal of Education, Politic, and Social Humaniora, 2(2), 81-92.

Utoro Aji, D. (2021). Petilasan Kaliyetno, Konon Pertapaan Sunan Kalijaga di Kudus. Diambil dari detikNews: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5800547/petilasan-kaliyetno-konon-pertapaan-sunan-kalijaga-di-kudus

0Komentar

Tambahkan komentar

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com