Desa Tergo merupakan permukiman pegunungan yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Berada di ketinggian lereng Gunung Muria, desa ini menyimpan potensi agraris yang besar, kemandirian melalui industri kreatif anyaman pandan, serta ketaatan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur melalui tradisi Sedekah Bumi yang digelar setiap tahun.
Kondisi Geografis dan Tata Guna Lahan
Secara geografis, Desa Tergo terletak pada koordinat 6°42′12″S 110°55′20″E. Desa ini berada di topografi dataran tinggi atau perbukitan dengan ketinggian mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Letaknya yang berada di ketinggian membuat wilayah ini dipengaruhi oleh iklim tropis dengan dua musim, namun juga dikategorikan rawan terhadap bencana alam seperti tanah longsor pada musim penghujan.
Berdasarkan laporan Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025, luas wilayah Desa Tergo adalah 3,41 km², yang mencakup sekitar 3,97 persen dari total luas Kecamatan Dawe. Meskipun demikian, terdapat data sekunder dari Wikipedia yang mencatat luas wilayah administratif sebesar 341,06 hektar (ditulis 341,06 km²) yang terbagi ke dalam perdukuhan Krajan, Juwet, Jengking, Sudo, dan Gempol. Pola tata guna lahan di desa ini didominasi oleh lahan sawah (35%), diikuti oleh lahan perumahan (30%) dan tegalan/kebun (30%), sementara 5% sisanya digunakan untuk fasilitas umum seperti jalan dan sungai.
Kependudukan dan Fasilitas Sosial
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk Desa Tergo mencapai 3.889 jiwa, yang terdiri dari 1.894 laki-laki dan 1.995 perempuan. Dengan jumlah tersebut, tingkat kepadatan penduduk di Tergo tercatat sebesar 1.140 jiwa/km². Administrasi kependudukan desa ini terbagi secara terstruktur ke dalam 4 Rukun Warga (RW) dan 24 Rukun Tetangga (RT).
Untuk menunjang kehidupan sosial, Desa Tergo memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai. Di sektor pendidikan, terdapat 1 unit Taman Kanak-Kanak (TK), 2 Sekolah Dasar (SD), 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs). MI di Tergo melayani 198 murid dengan dukungan 23 guru, sementara MTs melayani 125 murid dengan 13 guru. Di sektor kesehatan, desa ini memiliki 5 unit Posyandu yang didukung oleh 6 tenaga paramedis dan 2 dukun bayi untuk melayani kesehatan ibu dan anak.
Tata Kelola Pemerintahan dan Transparansi Anggaran
Pemerintahan Desa Tergo dipimpin oleh Kepala Desa Annoor Mustofan, S.H.I, dengan Sekretaris Desa Muhtar, S.H. Struktur organisasi desa didukung oleh perangkat desa yang terdiri dari Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), dan Kepala Dusun (Kadus). Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 9 aparat pemerintah desa (7 laki-laki dan 2 perempuan) serta 5 anggota BPD/LPMK.
Dalam hal pengelolaan keuangan, Website Resmi Desa Tergo mempublikasikan laporan APBDes 2023 sebagai bentuk transparansi. Desa ini berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp3.447.108.936,00 dari target Rp3.606.468.098,00 (capaian 95,58%). Sumber pendapatan utama berasal dari:Dana Desa: Rp1,13 Miliar.Alokasi Dana Desa (ADD): Rp603,5 Juta.Bantuan Keuangan Provinsi: Rp505 Juta.Bantuan Keuangan Kabupaten: Rp650 Juta.
Dana tersebut dialokasikan untuk belanja desa, di antaranya bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Rp1,12 Miliar), Pelaksanaan Pembangunan Desa (Rp1,50 Miliar), Pembinaan Kemasyarakatan (Rp436 Juta), serta Pemberdayaan Masyarakat (Rp330 Juta).
Potensi Ekonomi: Pertanian dan Industri Kreatif
Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi warga Tergo. Menurut Laporan BPS 2025, pada tahun 2024 desa ini memanen padi sawah seluas 10 hektar dengan total produksi 571 kuintal. Selain padi, komoditas palawija yang dihasilkan meliputi ketela pohon (2.976 kg), jagung (1.320 kg), kacang tanah (169 kg), dan kedelai (25 kg). Di sektor peternakan, warga memelihara 119 ekor sapi potong, 513 ekor kambing, 64 ekor domba, serta industri ayam ras pedaging yang mencapai 60.000 ekor.
Selain agraris, Desa Tergo memiliki potensi industri kreatif yang unik. Produk anyaman Pandan Tergo telah dikenal sebagai buah tangan khas Kudus yang berhasil menembus pasar internasional. Produk ini menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat lereng Muria melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.
Pelestarian Budaya: Sedekah Bumi dan Seni Tradisional
Masyarakat Desa Tergo memegang teguh tradisi leluhur, yang paling menonjol adalah perayaan Sedekah Bumi. Berdasarkan dokumentasi kegiatan tahun 2026, tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil bumi dan doa untuk keselamatan warga. Dalam perayaan tersebut, lazim dipentaskan pagelaran Kethoprak Siswo Budoyo dari Pati dengan lakon tradisional seperti "Jaka Tani" atau "Dewi Sri Tumurun".
Lakon tersebut membawa pesan filosofis tentang asal-usul tanaman pangan seperti kelapa, jeruk, tebu, dan jagung yang menjadi sumber penghidupan petani. Selain kethoprak, kehidupan beragama juga diwarnai dengan seni Rebana. Keputusan Bupati Kudus Nomor 900/174/2014 mencatat bahwa Group Seni Rebana "Shalamna" dari Desa Tergo merupakan salah satu penerima hibah uang untuk pengembangan kesenian di Kabupaten Kudus.
Desa Tergo merupakan representasi desa yang mampu menyelaraskan modernitas administrasi dengan pelestarian tradisi. Melalui transparansi anggaran, optimalisasi hasil pertanian, dan pengembangan kerajinan anyaman pandan ke pasar global, Tergo memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang menjadi desa mandiri di Kabupaten Kudus.
Daftar Bacaan
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus. (2025). Kecamatan Dawe Dalam Angka 2025. Kudus: BPS Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus. (2014). Keputusan Bupati Kudus Nomor: Tentang Penetapan Penerima Hibah Uang pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2014. Kudus: Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus.
Lingkar Jateng. (2025, Juni 7). Keunikan Anyaman Pandan Tergo Kudus yang Tembus Pasar Internasional. Diakses dari Lingkarjateng.id.
Pemerintah Desa Tergo. (2024). Website Resmi Desa Tergo - Kabupaten Kudus. Diakses dari desa-tergo.kuduskab.go.id.
Seni Budaya Pati. (2026, Mei 19). 🔴🔵 SIANG // SEDEKAH BUMI ;; TERGO DAWE KUDUS 2026 [Video]. YouTube.
Wikipedia bahasa Indonesia. (2025, Agustus 24). Tergo, Dawe, Kudus. Diakses dari id.wikipedia.org.
123 On Channel. (2026, Mei 19). Live Kethoprak Siswo Budoyo// desa Tergo kec Dawe kab Kudus//19 Mei 2026 [Video]. YouTube.