Gpd6GfWoTSC5TSA9TpCoGUCoBY==
Anda cari apa?

Labels

Kecocokan Jodoh Menurut Primbon Betaljemur Adammakna: Panduan Menghitung Neptu Pasangan

Begini cara menghitung kecocokan jodoh menurut Primbon Jawa Betaljemur Adammakna.

Cara menghitung neptu pasangan menurut Betaljemur Adammakna. (pexels/Diky Permata)

Pendahuluan

Tahukah Anda bahwa dalam tradisi Jawa kuno, kecocokan pernikahan tidak hanya diukur dari kecocokan perasaan, melainkan juga lewat kalkulasi matematis yang mendalam? Kitab Primbon Betaljemur Adammakna karya Pangeran Harya Cakraningrat menyimpan rumus rahasia untuk memprediksi nasib rumah tangga pasangan berdasarkan hari lahir mereka.

Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari:

  • Cara menghitung nilai Neptu hari dan pasaran Jawa untuk pasangan.
  • Menganalisis kecocokan menggunakan metode Pembagian 7 (Wasesa Segara hingga Lebu Katiup Angin).
  • Memprediksi kelancaran rezeki dengan metode Pembagian 5 (Sri hingga Lungguh).
  • Membaca potensi keturunan dan rintangan melalui metode Pembagian 4 (Gonto hingga Punggel).

Dasar Perhitungan: Mengenal Neptu Hari dan Pasaran

Sebelum menghitung kecocokan, kita harus mengetahui nilai numerik (neptu) dari hari masehi dan pasaran Jawa masing-masing calon mempelai. Nilai inilah yang menjadi modal dasar semua perhitungan kecocokan jodoh.

Berikut adalah daftar nilai Neptu Hari:

  • Ahad (Minggu): 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Berikut adalah daftar nilai Neptu Pasaran:

  • Kliwon: 8
  • Legi: 5
  • Pahing: 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4

Cara Menghitung Neptu Seseorang: Cukup jumlahkan nilai hari lahir dengan nilai pasarannya. Misalnya, jika Anda lahir pada hari Jumat Kliwon, maka neptu Anda adalah 6 (Jumat) + 8 (Kliwon) = 14.

Metode Pembagian 7: Menentukan Karakter Hubungan

Metode pertama yang sangat populer adalah Pembagian 7. Rumusnya adalah menjumlahkan neptu suami dan istri, lalu membaginya dengan angka 7. Sisa dari pembagian tersebut akan menunjukkan kategori karakter hubungan Anda.

Rumus: (Neptu Suami + Neptu Istri) ÷ 7 = Sisa (Jika habis dibagi, maka dianggap sisa 7).

Berikut adalah arti dari setiap sisa pembagian:

  1. Sisa 1 (Wasesa Segara): Sangat bagus; pasangan yang saling memaafkan, berwibawa, dan berlapang dada.
  2. Tunggak Semi: Berlimpah rezeki dan keberuntungan.
  3. Satriya Wibawa: Mendapatkan kemuliaan, kehormatan, dan keluhuran di masyarakat.
  4. Sumur Sinaba: Menjadi sumber inspirasi, kebijaksanaan, dan tempat bertanya bagi orang lain.
  5. Satriya Wirang: Sering menghadapi kesulitan, ujian sosial, atau rasa malu (penolaknya dengan menyembelih hewan).
  6. Bumi Kapetak: Harus bekerja keras dan tahan menderita, namun tetap rajin (penolaknya dengan menanam tanah).
  7. Lebu Katiup Angin: Sering mengalami cobaan hidup, cita-cita sulit tercapai, dan sering berpindah tempat (penolaknya dengan menyebar tanah).

Metode Pembagian 5: Sri hingga Lungguh

Metode Pembagian 5 berfokus pada dinamika kesejahteraan material dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Rumus: (Neptu Suami + Neptu Istri) ÷ 5 = Sisa (Jika habis dibagi, maka dianggap sisa 5).

Mari kita bedah arti setiap sisanya:

  • Sisa 1 (Sri): Kehidupan rumah tangga yang aman, damai, murah rezeki, dan dihormati.
  • Sisa 2 (Dana): Kaya secara finansial dan tercukupi kebutuhan sandang pangannya.
  • Sisa 3 (Lara): Rentan terkena penyakit atau rintangan hidup yang memerlukan kesabaran ekstra.
  • Sisa 4 (Pati): Menghadapi cobaan berat atau kemalangan (dalam tafsir modern sering diartikan sebagai ujian keharmonisan yang ekstrem).
  • Sisa 5 / Habis (Lungguh): Mendapatkan kedudukan tinggi, pangkat, kehormatan, atau kemapanan karier.

Metode Pembagian 4: Dinamika Keturunan dan Keluarga

Metode terakhir adalah Pembagian 4, yang secara spesifik digunakan untuk melihat potensi keturunan (anak) serta nasib salah satu pasangan dalam jangka panjang.

Rumus: (Neptu Suami + Neptu Istri) ÷ 4 = Sisa (Jika habis dibagi, maka dianggap sisa 4).

Berikut klasifikasinya:

  1. Sisa 1 (Gonto): Pasangan diprediksi akan jarang atau sulit memiliki anak.
  2. Sisa 2 (Gembili): Sangat subur; diprediksi akan dianugerahi banyak keturunan.
  3. Sisa 3 (Sri): Rumah tangga yang makmur dan selalu dilimpahi rezeki berlimpah.
  4. Sisa 4 / Habis (Punggel): Kategori lampu kuning; salah satu pasangan dikhawatirkan akan meninggal lebih cepat atau mengalami rintangan berat terputusnya hubungan.

Studi Kasus Nyata: Mari kita hitung pasangan Suami (Jumat Kliwon = 14) dan Istri (Selasa Legi = 8). Total Neptu = 22.

  • Pembagian 7: 22 ÷ 7 sisa 1 (Wasesa Segara) -> Sangat Baik!
  • Pembagian 5: 22 ÷ 5 sisa 2 (Dana) -> Banyak Rezeki!
  • Pembagian 4: 22 ÷ 4 sisa 2 (Gembili) -> Banyak Anak!

Secara keseluruhan, pasangan ini diramalkan sangat harmonis, berkecukupan, dan subur.

Ringkasan

Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari pelajaran kita kali ini:

  • Perhitungan kecocokan Primbon Betaljemur Adammakna didasarkan pada penjumlahan Neptu Hari dan Neptu Pasaran dari kedua calon pasangan.
  • Metode Pembagian 7 digunakan untuk melihat karakter dasar hubungan sosial dan spiritual (seperti Wasesa Segara dan Sumur Sinaba).
  • Metode Pembagian 5 memproyeksikan rezeki dan kondisi fisik pasangan (Sri, Dana, Lara, Pati, Lungguh).
  • Metode Pembagian 4 memprediksi kesuburan keturunan serta keutuhan rumah tangga (Gonto, Gembili, Sri, Punggel).

Ingatlah bahwa ramalan primbon ini secara tradisional digunakan sebagai panduan mawas diri dan ikhtiar spiritual untuk menjaga keharmonisan hubungan.

0Komentar

Tambahkan komentar
Rekomendasi Artikel
Gambar Artikel

Kecocokan Jodoh Menurut Primbon Betaljemur Adammakna: Panduan Menghitung Neptu Pasangan

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna karya Pangeran Harya Cakraningrat menyimpan rumus rahasia untuk memprediksi nasib rumah tangga pasangan berdasarkan hari lahir mereka.

Baca Selengkapnya

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com