Gpd6GfWoTSC5TSA9TpCoGUCoBY==
Anda cari apa?

Labels

Panduan Memilih Hari Baik & Menghindari Hari Naas: Kitab Betaljemur Adammakna

Orang Jawa biasanya mencari hari terbaik untuk menggelar hajatan. Ada hari baik dan hari naas. Ini penjelasan Betaljemur Adammakna.

Hajatan pernikahan Jawa. Menurut Primbon Betaljemur Adammakna ada hari baik dan hari naas yang perlu dipertimbangkan. (pexels/Afiful Huda)


Pendahuluan

Tahukah Anda bahwa dalam tradisi leluhur Jawa, salah memilih hari untuk acara besar seperti pernikahan atau perjalanan penting dipercaya bisa memicu pertengkaran, penyakit, bahkan kegagalan total? Kitab Primbon Betaljemur Adammakna menyimpan sistem perhitungan waktu (astrologi dan penanggalan Jawa) yang dirancang untuk membantu kita menyelaraskan langkah dengan ritme semesta agar terhindar dari kesialan.

Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari:

  • Cara menghitung nilai numerik (Neptu) hari, pasaran, bulan, dan tahun.
  • Cara mendeteksi dan menghindari hari sengkala utama: Taliwangke dan Samparwangke.
  • Cara memilih bulan yang ideal menggunakan sistem Bulan Rahayu (baik) dan Bulan Sarju (sedang).
  • Cara mengidentifikasi Hari Sangar serta Tanggal Na'as yang dilarang keras untuk menggelar hajatan.

Sistem Neptu: Fondasi Perhitungan Waktu Jawa

Sebelum menentukan baik atau buruknya suatu hari, kita harus memahami konsep Neptu. Neptu adalah nilai numerik yang disematkan pada setiap elemen penanggalan Jawa: hari masehi, pasaran (pekan pancawara), bulan, dan tahun.

Setiap kombinasi hari dan pasaran akan menghasilkan jumlah neptu tertentu yang menjadi dasar bagi hampir seluruh perhitungan dalam primbon Betaljemur Adammakna. Sebagai contoh:

  • Ahad memiliki neptu 5, dan pasaran Pon memiliki neptu 7. Jika digabungkan, hari Ahad Pon memiliki nilai neptu 12.
  • Senin memiliki neptu 4, dan pasaran Wage memiliki neptu 4. Maka, Senin Wage memiliki nilai neptu 8.

Nilai neptu ini nantinya akan diakumulasikan dan dibagi dengan angka tertentu (seperti 9, 7, atau 5) untuk meramal kecocokan pernikahan atau keberhasilan suatu acara.

Mewaspadai Hari Sengkala: Taliwangke dan Samparwangke

Dalam siklus 30 Wuku (pekan dalam kalender pawukon Jawa), terdapat hari-hari naas atau sengkala yang sangat dilarang untuk melakukan pekerjaan penting atau hajat besar.

1. Hari Taliwangke

Taliwangke berarti "tali pengikat bangkai". Dalam 30 wuku, terdapat 6 hari Taliwangke yang masing-masing membawa lambang buruk:

  • Wuku Wuye: Jatuh pada Senin Kliwon (Lambang: Perangkap burung).
  • Wuku Wayang: Jatuh pada Selasa Legi (Lambang: Sinar berjalan matinya sapi hutan).
  • Wuku Landep: Jatuh pada Rabu Paing (Lambang: Ikan Pringga mati).
  • Wuku Warigalit: Jatuh pada Kamis Pon (Lambang: Manusia mati).
  • Wuku Kuningan: Jatuh pada Jumat Wage (Lambang: Tumbuh-tumbuhan rontok).
  • Wuku Kuruwelut: Jatuh pada Sabtu Kliwon (Lambang: Kapas kering).

2. Hari Samparwangke

Samparwangke berarti "tersandung bangkai" dan dianggap sebagai hari naas seseorang (naasing jalma). Hari ini jatuh pada ringkel Aryang dan selalu terjadi pada hari Senin di wuku-wuku berikut:

  • Senin Kliwon di Wuku Warigalit
  • Senin Legi di Wuku Bala
  • Senin Paing di Wuku Langkir
  • Senin Pon di Wuku Sinta
  • Senin Wage di Wuku Tambir

Menentukan Waktu Hajatan: Bulan Rahayu dan Bulan Sarju

Tidak semua bulan memiliki energi yang sama untuk menggelar hajatan. Kitab Betaljemur Adammakna membagi waktu ideal berdasarkan kombinasi bulan Jawa dan hari masehi menjadi beberapa kategori:

Bulan Rahayu (Sangat Baik)

Ini adalah waktu terbaik untuk mengerjakan sesuatu yang dianggap sangat penting (misalnya akad nikah atau membuka usaha):

  • Besar, Sura, Sapar: Hari terbaik adalah Rabu dan Kamis.
  • Rabingulawal, Rabingulakir, Jumadilawal: Hari terbaik adalah Jumat.
  • Jumadilakir, Rejeb, Ruwah: Hari terbaik adalah Sabtu dan Ahad.
  • Puasa, Sawal, Dulkaidah: Hari terbaik adalah Senin dan Selasa.

Bulan Sarju (Sedang)

Jika terpaksa dan tidak menemukan hari di Bulan Rahayu, Anda bisa memilih hari di Bulan Sarju yang energinya tergolong netral atau sedang:

  • Besar, Sura, Sapar: Hari sedang adalah Jumat.
  • Rabingulawal, Rabingulakir, Jumadilawal: Hari sedang adalah Sabtu dan Ahad.
  • Jumadilakir, Rejeb, Ruwah: Hari sedang adalah Senin dan Selasa.
  • Puasa, Sawal, Dulkaidah: Hari sedang adalah Rabu dan Kamis.

Apakah Anda menyadari polanya? Hari yang dianggap baik (Rahayu) di satu bulan bisa menjadi hari yang buruk atau dilarang di bulan lainnya. Dinamika kosmis ini menuntut kita untuk selalu teliti mencocokkan bulan dengan harinya!

Merah pada Kalender: Hari Sangar & Tanggal Na'as

Selain hari sengkala dari sistem wuku, ada rambu-rambu merah lain dalam penanggalan yang wajib dihindari untuk segala jenis hajat penting:

1. Hari Sangar (Hari yang Sangat Jelek)

Hari sangar merupakan kebalikan dari Bulan Rahayu. Pada hari-hari ini, Anda dilarang keras bepergian atau menggelar hajatan karena berisiko mendatangkan musibah:

  • Besar, Sura, Sapar: Hari sangarnya adalah Sabtu dan Ahad.
  • Rabingulawal, Rabingulakir, Jumadilawal: Hari sangarnya adalah Senin dan Selasa.
  • Jumadilakir, Rejeb, Ruwah: Hari sangarnya adalah Rabu dan Kamis.
  • Puasa, Sawal, Dulkaidah: Hari sangarnya adalah Jumat.

2. Tanggal Na'as & Sangar Bulanan

Setiap bulan memiliki tanggal-tanggal spesifik yang dianggap membawa energi negatif berat. Sebagai contoh:

  • Bulan Sura: Tanggal na'as jatuh pada tanggal 11 dan 6, sedangkan tanggal sangar jatuh pada tanggal 18.
  • Bulan Sapar: Tanggal na'as jatuh pada tanggal 1 dan 20, sedangkan tanggal sangar jatuh pada tanggal 10.
  • Bulan Puasa: Tanggal na'as jatuh pada tanggal 9 dan 20, sedangkan tanggal sangar jatuh pada tanggal 24.

Hajatan yang dipaksakan digelar pada tanggal-tanggal merah kosmis ini diyakini dalam primbon akan mendatangkan rintangan besar, penyakit bagi keluarga, hingga kegagalan hajat.

Ringkasan

Berikut adalah poin-poin penting yang telah kita pelajari:

  • Neptu adalah nilai numerik hari dan pasaran yang menjadi fondasi dasar dalam menentukan kecocokan waktu dalam budaya Jawa.
  • Hari Taliwangke (6 hari dalam wuku tertentu) dan Samparwangke (5 hari Senin dalam wuku tertentu) adalah hari sengkala (naas) yang harus dihindari untuk urusan penting.
  • Perhitungan Bulan Rahayu memberikan rekomendasi hari terbaik untuk menggelar hajatan besar berdasarkan bulan Jawa yang sedang berjalan.
  • Hari Sangar dan Tanggal Na'as bulanan merupakan hari-hari dengan energi negatif kuat yang dilarang keras untuk menggelar hajatan atau bepergian jauh.

0Komentar

Tambahkan komentar
Rekomendasi Artikel
Gambar Artikel

Rahasia Pasangan Weton Tibo Ratu Menurut Betaljemur Adammakna

Kombinasi weton jodoh yang diramalkan akan hidup layaknya raja dan ratu—disegani banyak orang, rumah tangga harmonis, dan rezekinya melimpah tak terbatas.

Baca Selengkapnya
Rekomendasi Artikel
Gambar Artikel

Busana Solo Basahan: Simbol Kesuburan, Kemakmuran, dan Penyerahan Diri Total

Mengurai detail busana Solo Basahan, Paes, dodot Alas-alasan, dan perlengkapan pengantin yang melambangkan kemakmuran dan keteguhan iman.

Baca Selengkapnya
Rekomendasi Artikel
Gambar Artikel

Kecocokan Jodoh Menurut Primbon Betaljemur Adammakna: Panduan Menghitung Neptu Pasangan

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna karya Pangeran Harya Cakraningrat menyimpan rumus rahasia untuk memprediksi nasib rumah tangga pasangan berdasarkan hari lahir mereka.

Baca Selengkapnya

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +6285875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com