Gpd6GfWoTSC5TSA9TpCoGUCoBY==
Anda cari apa?

Labels

Panduan Memilih Hari Baik Pindah Rumah & Mendirikan Bangunan

Cari tahu bagaimana orang Jawa menentukan hari baik di saat pindahan atau mmebangun rumah.
Ilustrasi rumah Joglo, rumah tradisional Jawa. (pexels/wikimedia)

Pendahuluan


Apakah Anda tahu bahwa dalam tradisi Jawa, salah memilih waktu untuk pindah rumah atau membangun tempat tinggal dipercaya dapat memicu pertengkaran tiada akhir atau bahkan kesulitan finansial? Kitab Primbon Betaljemur Adammakna karya Pangeran Harya Cakraningrat telah merangkum formula kosmis kuno untuk membantu kita menyelaraskan energi alam saat memulai lembaran baru di rumah yang baru.

Dalam pelajaran ini, Anda akan mencapai beberapa tujuan pembelajaran berikut:
  • Memahami filosofi penting di balik pemilihan hari baik untuk pindah rumah dan mendirikan bangunan.
  • Mengetahui alasan kuat mengapa bulan Suro dan Sapar secara tradisional dihindari.
  • Mempelajari cara menghitung nilai neptu hari, pasaran, dan bulan.
  • Menentukan hari terbaik menggunakan panduan Bulan Rahayu dan Bulan Sarju.

Mengapa Menghindari Bulan Suro dan Sapar?


Berdasarkan ajaran luhur dalam Kitab Betaljemur Adammakna, setiap bulan dalam kalender Jawa membawa karakter energi spiritual yang berbeda-beda. Untuk urusan hajat besar seperti mendirikan rumah baru atau pindah rumah, bulan Suro (Sura) dan Sapar memiliki catatan khusus yang perlu diwaspadai.
  • Bulan Suro: Dianggap memiliki energi yang sangat keras dan bertolak belakang dengan ketenteraman domestik. Jika dilanggar untuk membangun atau pindah rumah, dipercaya penghuninya akan sering mengalami kesukaran dan perselisihan keluarga yang terus-menerus.
  • Bulan Sapar: Karakter energinya cenderung membawa pengaruh seret rezeki. Melaksanakan hajat besar di bulan ini dikhawatirkan dapat membuat penghuni rumah sering mengalami kekurangan materi dan tumpukan beban utang.

Sebagai alternatif, primbon menyarankan bulan-bulan yang membawa berkah melimpah, seperti bulan Besar (mendatangkan kekayaan dan kebahagiaan), Ruwah (mendatangkan kedamaian), atau Jumadilakir (kaya akan harta benda).

Menghitung Neptu Hari, Pasaran, dan Bulan


Langkah pertama sebelum menentukan hari baik adalah memahami nilai numerik atau neptu yang melekat pada setiap komponen penanggalan Jawa. Berikut adalah rincian nilai neptu berdasarkan Primbon Betaljemur Adammakna:

Neptu Hari (Saka):
  • Ahad (Minggu): 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Neptu Pasaran:
  • Kliwon: 8
  • Legi: 5
  • Paing (Pahing): 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4

Neptu Bulan:
  • Sura: 7 | Sapar: 2 | Rabiulawal: 3 | Rabiulakir: 5
  • Jumadilawal: 6 | Jumadilakir: 1 | Rejeb: 2 | Ruwah: 4
  • Puasa: 5 | Sawal: 7 | Dulkaidah: 1 | Besar: 3

Dengan menjumlahkan neptu hari lahir calon kepala keluarga dengan neptu hari rencana pindah rumah, kita dapat memprediksi kecocokan energinya menggunakan metode pembagian sisa dalam primbon.

Menentukan Waktu Terbaik Menggunakan Bulan Rahayu


Jika situasi mendesak mengharuskan Anda pindah rumah pada bulan-bulan tertentu, Anda dapat menyaring hari buruk dengan menggunakan rumus Bulan Rahayu (hari yang sangat baik untuk mengerjakan sesuatu) atau Bulan Sarju (sedang/netral).
  • Pada bulan Besar, Sura, dan Sapar: Hari yang dianggap sangat baik (Bulan Rahayu) adalah Rabu dan Kamis. Sedangkan hari yang berkategori sedang (Bulan Sarju) adalah hari Jumat.
  • Pada bulan Rabiulawal, Rabiulakir, dan Jumadilawal: Hari terbaiknya adalah Jumat, sedangkan hari sedangnya adalah Sabtu dan Ahad.
  • Pada bulan Jumadilakir, Rejeb, dan Ruwah: Hari terbaiknya adalah Sabtu dan Ahad, sedangkan hari sedangnya adalah Senin dan Selas a.
  • Pada bulan Puasa, Sawal, dan Dulkaidah: Hari terbaiknya adalah Senin dan Selasa, sedangkan hari sedangnya adalah Rabu dan Kamis.

Hindarkan juga hari-hari yang termasuk dalam kategori Hari Sangar atau Na'as Tanggal agar proses pembangunan dan kepindahan Anda berjalan dengan selamat dan minim rintangan fisik maupun non-fisik.

Ringkasan


Memilih hari baik untuk pindah rumah atau mendirikan bangunan bukan sekadar takhayul, melainkan upaya selaras dengan ritme energi alam semesta menurut kearifan lokal Jawa. Berikut adalah poin-poin penting yang telah kita pelajari:
  • Pantangan Utama: Bulan Suro membawa potensi konflik/pertengkaran rumah tangga, sedangkan bulan Sapar membawa risiko seret rezeki jika digunakan untuk mendirikan rumah.
  • Sistem Perhitungan Neptu: Penentuan hari baik selalu berlandaskan pada penjumlahan neptu Hari dan Pasaran Jawa.
  • Metode Penyaringan: Klasifikasi Bulan Rahayu dan Bulan Sarju membantu kita menemukan hari penyelamat di setiap bulan untuk memastikan keselamatan hajat kita.

0Komentar

Tambahkan komentar

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +6285875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com