Di tempat ini terjadi aliansi spiritual dan pernikahan gaib dengan Ratu Kidul serta penugasan Ratu Emban Widanangga. Sementara itu, nama Wonogiri dicetuskan oleh Sunan Giri saat beristirahat dan shalat di batu datar puncak Gunung Giri; melihat hamparan hutan berbukit-bukit, beliau menamakannya Wonogiri (wana = hutan, giri = gunung).
Jauh sebelum bertakhta sebagai Raja Mataram Islam pertama dengan gelar Panembahan Senapati, pemuda tampan bernama Bagus Danang (Raden Sutawijaya) sering melakukan pengembaraan dan tapa brata.
Suatu ketika, saat Kanjeng Ratu Kidul hendak kembali ke Samudra Selatan, ia memegang tangan Panembahan Senapati yang sedang menggenggam tasbih.
Ratu Kidul kemudian berpesan kepada abdinya, Nyai Widanangga, untuk menjaga batu-batu tasbih yang berjatuhan tersebut dan menambahkannya dengan batu-batu akik bernilai mulia.
Di wilayah lain daerah Wonogiri, pada zaman dahulu berdiri kawasan hutan jati lebat yang dikelilingi perbukitan. Di tempat itu, seorang pendeta sakti bernama Kesdik Wacana pernah bertapa memohon kedamaian dunia.
Di kawasan hutan jati dekat Gunung Giri (yang dikenal sebagai Alas Kethu atau Wono Kethu), berkembang pula cerita rakyat mengenai seekor rusa ajaib bernama Panji Wulung.
Kisah Legenda Kayangan Dlepih & Asal-Usul Wonogiri
Tapa Brata Danang Sutawijaya dan Aliansi Gaib Kayangan Dlepih
Jauh sebelum bertakhta sebagai Raja Mataram Islam pertama dengan gelar Panembahan Senapati, pemuda tampan bernama Bagus Danang (Raden Sutawijaya) sering melakukan pengembaraan dan tapa brata.
Salah satu tempat utama yang ia pilih untuk menyepi adalah kawasan Kayangan Dlepih, sebuah daerah hutan berbukit indah di wilayah Tirtamaya, Wonogiri, yang dialiri air jernih Sungai Wiraka.
Di Kayangan Dlepih, Sutawijaya melakukan samadi dan ibadah secara khusyuk.
Di Kayangan Dlepih, Sutawijaya melakukan samadi dan ibadah secara khusyuk.
Ia bersamadi di Sela Payung, duduk berdzikir di Sela Gowok, serta mendirikan shalat lima waktu di Sela Gilang atau Sela Pasalatan.
Keteguhan tirakatnya memikat penguasa gaib Laut Selatan, Kanjeng Ratu Kidul, serta penguasa setempat, Ratu Emban Widanangga.
Di Kedhung Pasiraman, terjadi pertemuan spiritual berulang kali yang membuahkan janji Ratu Kidul untuk membantu Sutawijaya dan keturunannya menjadi raja-raja yang menguasai seluruh tanah Jawa.
Misteri Tasbih Berjatuhan dan Batu Akik Bertuah Sungai Wiraka
Suatu ketika, saat Kanjeng Ratu Kidul hendak kembali ke Samudra Selatan, ia memegang tangan Panembahan Senapati yang sedang menggenggam tasbih.
Akibat tarikan tersebut, untaian batu-batu tasbih Panembahan Senapati putus dan berjatuhan ke dalam aliran Kedhung Pasiraman.
Ratu Kidul kemudian berpesan kepada abdinya, Nyai Widanangga, untuk menjaga batu-batu tasbih yang berjatuhan tersebut dan menambahkannya dengan batu-batu akik bernilai mulia.
Ratu Kidul memberi berkah bahwa siapa saja dari keturunan Mataram maupun masyarakat yang menemukan batu akik di sepanjang aliran Sungai Wiraka, mereka akan mendapatkan keselamatan dan perlindungan.
Hingga kini, Nyai Widanangga diyakini sebagai Ratu Emban yang berkuasa di Kayangan Dlepih, dan kawasan ini tetap menjadi tujuan upacara labuhan tahunan dari Keraton Surakarta maupun Yogyakarta.
Sabda Sunan Giri dan Terciptanya Nama "Wonogiri"
Di wilayah lain daerah Wonogiri, pada zaman dahulu berdiri kawasan hutan jati lebat yang dikelilingi perbukitan. Di tempat itu, seorang pendeta sakti bernama Kesdik Wacana pernah bertapa memohon kedamaian dunia.
Karena keindahan alaminya, kawasan hutan ini kerap dijadikan lokasi perburuan raja-raja.
Suatu hari, dalam pengembaraannya, Sunan Giri singgah di kawasan tersebut. Beliau beristirahat dan menjalankan shalat di atas sebuah batu datar di puncak bukit kecil.
Suatu hari, dalam pengembaraannya, Sunan Giri singgah di kawasan tersebut. Beliau beristirahat dan menjalankan shalat di atas sebuah batu datar di puncak bukit kecil.
Setelah selesai beribadah, Sunan Giri memandang ke sekeliling dan melihat hamparan pemandangan hutan yang sangat luas serta berbukit-bukit.
Beliau kemudian bersabda bahwa kelak jika kawasan pemukiman ini berkembang, daerah tersebut dinamakan WONOGIRI.
Kata ini berasal dari bahasa Jawa: wana yang berarti hutan, dan giri yang berarti gunung. Bukit tempat beliau singgah dinamakan Gunung Giri, sedangkan sungai di bawahnya dinamakan Sungai Wali-Hyu (Bengawan Solo).
Legenda Rusa Panji Wulung di Alas Kethu
Di kawasan hutan jati dekat Gunung Giri (yang dikenal sebagai Alas Kethu atau Wono Kethu), berkembang pula cerita rakyat mengenai seekor rusa ajaib bernama Panji Wulung.
Konon, Rusa Panji Wulung memiliki kekebalan luar biasa terhadap segala jenis senjata dan peluru. Kesaktian rusa ini dipercaya masyarakat berasal dari kebiasaannya meminum air suci dari Sendang Penguripan yang terletak di sisi utara Alas Kethu.***
Sumber Bacaan:
Wahono. (1996). Mengenal Beberapa Legenda Daerah Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang dan Grobogan. Pemprov Jawa Tengah.
