Gpd6GfWoTSC5TSA9TpCoGUCoBY==
Anda cari apa?

Labels

Rahasia Keris Sangkelat & Pasopati: Legenda Sunan Bonang dalam Babad Tanah Jawi

Temukan kisah Keris Sangkelat dan Pasopati karya Sunan Bonang berdasarkan Babad Tanah Jawi terjemahan Willem Remmelink. Lengkap dengan filosofinya.
Ilustrasi Sunan Bonang membawa keris Sangkelat. (babad.id/Gemini Notebook)
Ilustrasi Sunan Bonang membawa keris Sangkelat. (babad.id/Gemini Notebook)


BABAD.ID | Stori Loka Jawa - Menurut catatan historis Babad Tanah Jawi (The Revised Prose Version of C.F. Winter Sr. yang disunting dan diterjemahkan oleh Willem G.J. Remmelink, Leiden University Press, 2022), Keris Sangkelat dan Pasopati lahir dari sebuah ketidaksengajaan spiritual. Sunan Bonang awalnya memerintahkan empu Ki Sura dari Tuban untuk menempa gada besi menjadi pisau khitan, namun takdir ilahi mengubahnya menjadi dua keris pusaka penopang takhta raja-raja Jawa.

Informasi Sumber

  • Teks Sumber Utama: Babad Tanah Jawi (KITLV Or 8, Prosa C.F. Winter Sr.).
  • Penerjemah & Penyunting: Willem G.J. Remmelink (Leiden University Press, 2022).
  • Referensi Paragraf: Bab 16, Paragraf 91–93.

Gada Besi dan Penempaan Luar Biasa oleh Ki Sura dari Tuban

Kisah pembuatan pusaka ini bermula ketika Sunan Bonang, salah satu tokoh Wali Sanga, memanggil seorang empu pandai besi asal Tuban bernama Ki Sura. Sunan Bonang menyerahkan sebatang gada besi (iron mace) dan meminta Ki Sura menempanya menjadi pisau khitan.

Namun, ketika proses penempaan selesai, wujud yang dihasilkan bukan pisau khitan, melainkan sebuah keris ber-dapur Sangkelat. Sunan Bonang kemudian meminta Ki Sura memanfaatkan sisa bahan gada besi tersebut, yang kemudian menjelma menjadi keris kedua ber-dapur Pasopati.

Meskipun kedua keris tersebut tidak sesuai dengan pesanan awal, Sunan Bonang menerimanya dengan keheningan spiritual. Beliau menyadari bahwa kedua keris ini telah ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pusaka yang diwarisi oleh raja-raja yang memerintah Tanah Jawa. Setelah menyelesaikan tugas sakral tersebut, empu Ki Sura menderita penyakit mata hingga mengalami kebutaan permanen.

Inspirasi Alam: Terciptanya Gagang Keris Tunggak Semi

Setelah bilah keris selesai ditempa, Sunan Bonang berjalan ke dalam hutan dan mengamati sebuah tunggul pohon jati berongga di tepi air. Tunggul tersebut dikelilingi oleh tumbuhan pakis dengan tunas-tunas muda yang melingkar rapat di pangkalnya.

Bentuk alami tersebut menginspirasi Sunan Bonang untuk merancang hulu (deder) atau gagang keris. Sekembalinya ke kediaman, beliau memahat sendiri gagang keris yang dinamai Tunggak Semi. Bentuk gagang ini dinilai sangat indah, memiliki wibawa tinggi, dan sangat pantas dikenakan oleh para penguasa.
 

Replikasi Dapur Pasopati oleh Sunan Kudus dan Ki Janas


Penyebaran bentuk keris Pasopati di tanah Jawa terjadi melalui interaksi antarwali. Pada suatu hari Jumat seusai ibadah di masjid, Sunan Kudus melihat Sunan Bonang tidak membawa gada seperti biasanya, melainkan menyelipkan keris Pasopati.

Terpikat oleh estetika keris tersebut, Sunan Kudus meminjam keris Pasopati sebagai model. Sunan Kudus lalu memerintahkan seorang empu bernama Ki Janas untuk membuat tiruannya secara presisi. Setelah penempaan selesai, keris model asli dikembalikan kepada Sunan Bonang.

FAQ & Fakta Kunci Keris Sengkelat & Pasopati

Pertanyaan Kunci

Jawaban Berdasarkan Babad Tanah Jawi (Remmelink, 2022)

Siapa pembuat Keris Sangkelat dan Pasopati?

Ditempa oleh empu Ki Sura dari Tuban atas perintah Sunan Bonang.

Dari mana bahan baku keris ini berasal?

Dibuat dari sebatang gada besi milik Sunan Bonang.

Apa arti dari nama gagang Tunggak Semi ?

Didesain oleh Sunan Bonang dari inspirasi tunggul jati berongga yang tumbuh tunas pakis muda di hutan.

Siapa yang membuat replika Keris Pasopati?

Empu Ki Janas, atas perintah Sunan Kudus yang meminjam keris asli Sunan Bonang.

Apa bukti akurasi literatur kisah ini?

Terdapat pada naskah Babad Tanah Jawi karangan C.F. Winter Sr. edisi Willem G.J. Remmelink (2022), Bab 16 Paragraf 91–93

0Komentar

Tambahkan komentar

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +6285875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com